breadcrumb
breadcrumb
menu
Menu Cepat
Artikel Kampus
Informasi & berita terbaru
Cara Staf Pemasaran Membagi Waktu Kuliah dan Pekerjaan: Rencanakan Belajar di Tengah Kampanye
Cara Mengenali Minat sebelum Memilih Jurusan Manajemen Retail
Bukan Cuma Gelar, Program Talenta Global UTB Siapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Internasional
UTB Perkuat Budaya Publikasi Ilmiah Melalui Workshop Penulisan Jurnal, Bekali Dosen dari Draft hingga Submit
Universitas Teknologi Bandung (UTB) menggelar Workshop Penulisan Jurnal Draft ke Submit untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun artikel ilmiah berkualitas hingga siap dipublikasikan pada jurnal bereputasi.
Publikasi ilmiah menjadi salah satu tolok ukur penting dalam mengukur kualitas sebuah perguruan tinggi. Melalui publikasi, hasil penelitian tidak hanya terdokumentasi sebagai karya akademik, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam pengembangan ilmu pengetahuan maupun penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.
Menyadari pentingnya hal tersebut, Universitas Teknologi Bandung (UTB) terus mendorong peningkatan kualitas riset di lingkungan kampus. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyelenggarakan Workshop Penulisan Jurnal "Draft ke Submit" pada Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini dirancang untuk membantu dosen dan peneliti memahami proses penyusunan artikel ilmiah yang sesuai standar publikasi, mulai dari tahap perencanaan hingga siap dikirim ke jurnal atau konferensi ilmiah bereputasi.
Workshop ini menjadi bagian dari komitmen UTB dalam membangun budaya akademik yang produktif sekaligus meningkatkan jumlah publikasi ilmiah yang memiliki kualitas dan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Mendorong Budaya Riset yang Lebih Produktif
Workshop dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Creativepreneur Universitas Teknologi Bandung, Harya Gusdevi, S.Kom., M.Kom. Dalam sambutannya, Harya menjelaskan bahwa publikasi ilmiah merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Karena itu, peningkatan kemampuan dosen dalam menulis artikel ilmiah perlu terus didukung agar hasil-hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai laporan penelitian, tetapi juga dapat dipublikasikan dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Ia berharap kegiatan seperti ini mampu memperkuat budaya riset di lingkungan kampus sekaligus meningkatkan jumlah publikasi dosen pada jurnal-jurnal bereputasi.
"Kami berharap workshop ini menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun budaya riset yang semakin kuat di lingkungan Universitas Teknologi Bandung," ungkap Harya.
Peserta Dibimbing Menyusun Artikel Ilmiah yang Siap Publikasi
Materi workshop disampaikan oleh Nova Agustina, S.T., M.Kom. yang mengajak peserta memahami proses penyusunan artikel ilmiah secara sistematis, mulai dari menyusun draft hingga proses submit ke jurnal maupun konferensi ilmiah.
Selama sesi berlangsung, peserta mempelajari berbagai komponen penting yang menentukan kualitas sebuah artikel ilmiah. Mulai dari merumuskan permasalahan penelitian secara jelas, menemukan research gap, menyusun kebaruan penelitian (novelty), memilih metode penelitian yang tepat, hingga menyajikan hasil penelitian secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Nova menjelaskan bahwa tidak sedikit penelitian yang sebenarnya memiliki hasil yang baik, tetapi belum berhasil dipublikasikan karena penulisan artikelnya belum memenuhi standar jurnal ilmiah.
Menurutnya, beberapa kendala yang masih sering ditemui antara lain rumusan research gap yang kurang kuat, metode penelitian yang belum dijelaskan secara rinci, pembahasan yang belum mampu mengembangkan hasil penelitian, hingga ketidaksesuaian format artikel dengan ketentuan jurnal tujuan. Karena itu, selain menghasilkan penelitian yang berkualitas, peneliti juga perlu memahami teknik penyusunan artikel ilmiah agar peluang diterima oleh jurnal menjadi lebih besar.
Menulis Artikel Ilmiah Harus Mampu Menunjukkan Kontribusi Penelitian
Dalam pemaparannya, Nova menekankan bahwa artikel ilmiah bukan sekadar media untuk melaporkan hasil penelitian. Sebuah artikel juga harus mampu memperlihatkan nilai kebaruan penelitian serta kontribusinya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Ia menjelaskan bahwa setiap penelitian seharusnya mampu menjawab persoalan tertentu sekaligus memberikan solusi maupun sudut pandang baru yang dapat menjadi rujukan bagi penelitian berikutnya. Oleh karena itu, peneliti perlu menyusun alur penulisan secara sistematis agar pesan utama penelitian dapat dipahami dengan baik oleh editor maupun reviewer.
Selain membahas aspek substansi, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai struktur artikel ilmiah yang efektif, mulai dari penyusunan judul, abstrak, pendahuluan, metode penelitian, hasil, pembahasan, hingga simpulan.
Workshop turut mengulas cara menyusun literature review yang mampu menunjukkan posisi penelitian, merumuskan novelty dan kontribusi penelitian, serta memilih jurnal yang sesuai dengan ruang lingkup dan kualitas artikel yang dimiliki.
Praktik Mengevaluasi Penelitian Melalui Canvas Penelitian
Tidak hanya berisi materi, workshop juga dilengkapi dengan sesi praktik yang memungkinkan peserta mengevaluasi penelitian masing-masing menggunakan Canvas Penelitian.
Melalui kerangka tersebut, peserta diajak memetakan berbagai komponen penting penelitian, mulai dari identifikasi masalah, tujuan penelitian, metode yang digunakan, ruang lingkup penelitian, hingga hasil yang ingin dicapai.
Pendekatan ini membantu peserta mengenali kelebihan maupun aspek yang masih perlu diperbaiki sebelum artikel dipublikasikan, sehingga proses penyusunan naskah menjadi lebih terarah dan sistematis.
Memahami Tahapan Submit Artikel ke Jurnal
Sebagai bagian dari pembekalan, peserta juga dikenalkan pada tahapan teknis pengiriman artikel menggunakan platform EasyChair. Materi meliputi proses pembuatan akun, pengisian metadata, unggah naskah, hingga cara memantau perkembangan proses review. Peserta juga diberikan pemahaman bahwa proses submit bukanlah akhir dari penelitian, melainkan awal dari proses penyempurnaan artikel melalui masukan yang diberikan oleh editor dan reviewer.
Dengan memahami alur tersebut, diharapkan peneliti dapat lebih siap menghadapi proses publikasi ilmiah secara menyeluruh.
Kuliah di UTB Kini Lebih Fleksibel Bersama Komunitas Edukatif
Melalui kerja sama dengan Komunitas Edukatif, calon mahasiswa kini dapat menempuh pendidikan di Universitas Teknologi Bandung (UTB) melalui berbagai pilihan program yang lebih fleksibel. Tersedia Kuliah Reguler, Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), hingga Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ) untuk jenjang pendidikan sesuai program studi yang tersedia.
Selain itu, mahasiswa juga dapat memilih metode pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan, mulai dari Tatap Muka, Blended Learning, hingga Hybrid Learning. Dengan sistem tersebut, proses belajar dapat berjalan lebih fleksibel sehingga tetap memungkinkan untuk mengembangkan kompetensi akademik tanpa harus mengorbankan pekerjaan maupun kesibukan lainnya.
Melalui kolaborasi ini, UTB tidak hanya menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan berorientasi pada pengembangan riset, tetapi juga memberikan akses belajar yang lebih mudah bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi, memperluas peluang karier, dan terus berkembang di era yang semakin kompetitif.
Kesimpulan
Workshop Penulisan Jurnal "Draft ke Submit" menjadi salah satu langkah nyata Universitas Teknologi Bandung dalam memperkuat budaya riset dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, dosen dan peneliti diharapkan semakin siap menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, mampu dipublikasikan di jurnal bereputasi, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.
Tertarik menjadi bagian dari kampus yang aktif mengembangkan budaya riset dan inovasi? Kini kamu dapat menempuh pendidikan di Universitas Teknologi Bandung (UTB) melalui Program Perkuliahan Karyawan (P2K) bersama Komunitas Edukatif dengan sistem perkuliahan yang lebih fleksibel. Segera daftar kuliah dan temukan program studi yang sesuai dengan minat serta tujuan kariermu. Jangan lupa ikuti Instagram, TikTok, LinkedIn, Website, atau bergabung di Channel WhatsApp Komunitas Edukatif untuk mendapatkan informasi terbaru seputar pendidikan, beasiswa, dan pengembangan karier.
Artikel ini merupakan hasil saduran dan pengembangan informasi dari artikel resmi yang dipublikasikan oleh Universitas Teknologi Bandung (UTB). Seluruh informasi utama terkait program dan kegiatan akademik merujuk pada sumber resmi kampus, kemudian disesuaikan kembali untuk pembaca eduNitas.
Hubungi layanan kami
Pusat Bantuan Kampus
Kampus UNIVERSITAS TEKNOLOGI BANDUNG • Jl. Soekarno Hatta 378 Bandung 40235
Tagged (Tags) :
© 2026 Universitas Teknologi Bandung UTB. All rights reserved.
UTB